Repotting tanaman Pothos (Epipremnum aureum) adalah salah satu langkah penting untuk menjaga kesuburan dan keindahannya. Di Indonesia, tanaman ini sangat populer karena kemampuannya bertahan di berbagai kondisi, namun agar tetap tumbuh dengan baik, Anda perlu memastikan bahwa media tanam (campuran tanah, kompos, dan perlit) yang digunakan tetap subur dan tidak terlalu padat. Pastikan pot baru memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah akar membusuk akibat genangan air. Anda juga bisa menambahkan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos setiap beberapa bulan sekali untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Simpan tanaman di tempat yang mendapatkan cahaya tidak langsung, agar daunnya tetap hijau dan sehat. Untuk informasi lebih lanjut, baca lebih lanjut di bawah ini.

Waktu terbaik untuk melakukan repotting pothos.
Waktu terbaik untuk melakukan repotting (pengepakan ulang) tanaman pothos (Epipremnum aureum) adalah pada awal musim semi, sekitar bulan Maret hingga April. Pada periode ini, tanaman mulai aktif tumbuh setelah musim dingin, sehingga stress yang terjadi akibat repotting dapat diminimalisir. Sebagai contoh, jika Anda tinggal di Jakarta, suhu yang hangat dan kelembapan yang cukup tinggi di musim semi akan mendukung pertumbuhan akar baru setelah dipindah ke pot yang lebih besar. Pastikan untuk menggunakan media tanam yang baik, seperti campuran tanah humus dan perlit, agar akar tanaman tidak tertekan dan dapat berkembang dengan optimal.
Media tanam ideal untuk pothos setelah repotting.
Media tanam ideal untuk pothos (Epipremnum aureum) setelah repotting adalah campuran antara tanah humus, perlit, dan serbuk kayu dengan perbandingan 2:1:1. Tanah humus menyediakan nutrisi yang cukup, sedangkan perlit berfungsi untuk meningkatkan aerasi dan drainase, penting untuk mencegah akar membusuk akibat genangan air. Serbuk kayu dapat membantu menjaga kelembapan tanah. Pastikan juga pot yang digunakan memiliki lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Penggantian media tanam ini sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun, tergantung pada pertumbuhan tanaman dan kondisi media yang digunakan.
Tanda-tanda pothos perlu repotting.
Tanda-tanda bahwa tanaman pothos (Epipremnum aureum) perlu direpot adalah ketika akar mulai keluar dari lubang drainase pot, pertumbuhan tanaman terhambat dengan daunnya yang kusam dan kecil, serta munculnya bagian yang kuning pada daunnya. Selain itu, jika Anda menemukan bahwa tanaman secara cepat mengering meskipun sudah disiram, ini bisa menjadi indikasi bahwa media tanam sudah tidak mampu menahan kelembapan dengan baik. Untuk contohnya, jika Anda memiliki pothos yang ditanam dalam pot berukuran 15 cm dan sudah lebih dari 2 tahun tidak direpot, kemungkinan besar ukuran akar sudah lebih besar dari potnya, yang menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya cepat-cepat memindahkan pothos ke pot yang lebih besar dengan media tanam yang segar agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.
Cara mempersiapkan pot baru untuk pothos.
Untuk mempersiapkan pot baru bagi tanaman pothos (Epipremnum aureum), pertama-tama pilih pot yang memiliki ukuran yang tepat, biasanya pot berdiameter 20-30 cm cukup untuk tanaman dewasa. Pastikan pot tersebut memiliki lubang drainase di bagian bawah agar air dapat mengalir dengan baik dan mencegah akar membusuk. Selanjutnya, isi dasar pot dengan kerikil atau pecahan pecahan tanah liat untuk meningkatkan sirkulasi udara dan drainase. Kemudian, tambahkan campuran media tanam yang terdiri dari tanah, kompos, dan perlit dengan perbandingan 2:1:1 untuk memberikan nutrisi yang baik bagi tanaman. Setelah itu, masukkan tanaman pothos ke dalam pot dan siram dengan air secukupnya hingga tanah lembab, namun tidak tergenang. Pothos merupakan tanaman yang mudah dirawat, cocok untuk iklim Indonesia yang lembap, sehingga perawatan yang tepat akan membuatnya tumbuh subur.
Teknik memindahkan pothos dari pot lama ke pot baru.
Memindahkan tanaman pothos (Epipremnum aureum) dari pot lama ke pot baru merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan tanaman. Pertama, pilih pot baru dengan ukuran yang lebih besar dan pastikan memiliki lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang (genangan air dapat menyebabkan busuk akar). Sebelum memindahkan, siram tanaman pothos Anda satu hari sebelumnya untuk memudahkan pengambilan tanah. Setelah itu, keluarkan tanaman dari pot lama, berhati-hatilah agar akar tidak rusak. Setelah tanah lama dibersihkan, letakkan tanaman di pot baru dan isi sela-sela dengan campuran media tanam yang baik, seperti campuran tanah, kompos, dan perlite (sebagai contoh, perbandingan 2:1:1). Pastikan tanaman berada pada kedalaman yang sama seperti di pot sebelumnya, lalu tekan tanah dengan lembut agar stabil. Siram tanaman hingga tanah lembab, tetapi tidak tergenang. Lakukan pemindahan ini pada pagi atau sore hari untuk menghindari stres akibat sinar matahari yang terlalu terik.
Bagaimana mengurangi stress tanaman selama repotting.
Untuk mengurangi stres tanaman selama repotting, penting untuk mempersiapkan semua alat dan bahan sebelum memulai proses, seperti pot baru yang sesuai dengan ukuran akar tanaman (misalnya pot terakota atau plastik dengan lubang drainase yang baik), media tanam yang cocok seperti campuran tanah, pasir, dan kompos. Sebaiknya lakukan repotting pada pagi atau sore hari saat suhu lebih sejuk, untuk menghindari shock akibat perubahan suhu yang mendadak. Pastikan juga untuk menyiram tanaman beberapa jam sebelum repotting agar tanah lembab dan akar lebih mudah dilepaskan dari pot lama. Setelah repotting, letakkan tanaman di tempat yang teduh selama beberapa hari agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Contoh, jika kami merawat tanaman tropis seperti monstera, pastikan pot baru memiliki cukup ruang agar pertumbuhan akar tidak terhambat.
Ukuran pot yang ideal untuk pothos.
Ukuran pot yang ideal untuk tanaman pothos (Epipremnum aureum) di Indonesia adalah pot dengan diameter antara 20-30 cm. Pot yang terlalu kecil dapat menyebabkan akar terbatas, sedangkan pot yang terlalu besar dapat mengakibatkan tanah terlalu lembap dan akar membusuk. Untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal, gunakan pot berbahan plastik atau tanah liat yang memiliki lubang drainase. Misalnya, pot berukuran 25 cm dengan lubang drainase yang baik dapat mendukung pertumbuhan akar pothos yang sehat. Penempatan pot juga perlu diperhatikan, usahakan diletakkan di tempat yang mendapatkan cahaya tidak langsung, seperti dekat jendela yang teduh, untuk mendukung fotosintesis tanaman ini.
Pemupukan setelah repotting pothos.
Setelah melakukan repotting (memindahkan tanaman ke pot baru) pada tanaman pothos (Epipremnum aureum), penting untuk melakukan pemupukan agar tanaman dapat beradaptasi dengan baik dan tumbuh optimal. Sebaiknya tunggu sekitar 2-4 minggu setelah repotting sebelum memberikan pupuk, karena akar tanaman masih dalam proses penyesuaian. Pilih pupuk yang seimbang, seperti NPK 15-15-15, dengan dosis sekitar 1 sendok makan per 2 liter air. Selain itu, pemberian pupuk kandang dari kotoran ayam yang telah terfermentasi juga bisa menjadi pilihan yang baik karena mengandung nutrisi yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyirami tanaman terlebih dahulu sebelum pemupukan, agar nutrisi dapat diserap dengan lebih baik oleh akar.
Pemangkasan akar dan daun sebelum repotting.
Pemangkasan akar dan daun sebelum repotting adalah langkah penting dalam perawatan tanaman di Indonesia, terutama ketika tanaman mulai tampak sesak di potnya. Pemangkasan akar dapat mendorong pertumbuhan akar baru yang lebih sehat dan meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi. Sebagai contoh, pada tanaman hias seperti monstera (Monstera deliciosa), memotong akar yang terlalu panjang dan bercabang dapat menghindari pembusukan akar dan memaksimalkan ruang di pot baru. Sementara itu, pemangkasan daun menghilangkan daun yang layu atau sakit, membantu mengarahkan energi tanaman untuk pertumbuhan yang lebih baik. Melakukan pemangkasan ini pada musim hujan akan memberikan waktu yang optimal bagi tanaman untuk pulih dan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Cara mengatasi masalah akar setelah repotting pothos.
Setelah melakukan repotting tanaman pothos (Epipremnum aureum), masalah akar sering kali muncul, seperti akar terjepit atau tidak berkembang dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini, pertama-tama pastikan pot baru memiliki lubang drainase yang memadai agar kelebihan air dapat keluar. Jika akar terlihat melilit, dengan hati-hati lepaskan akar tersebut menggunakan tangan atau alat yang bersih. Sebaiknya, gunakan media tanam yang kaya nutrisi, seperti campuran tanah kompos (kompos dari sisa tanaman, sangat baik untuk meningkatkan kesuburan) dan peat moss, yang membantu menjaga kelembapan tanpa menenggelamkan akar. Selain itu, hindari penyiraman berlebihan dalam beberapa minggu pertama setelah repotting untuk mencegah akar busuk. Dengan perawatan yang tepat, pothos Anda dapat tumbuh dengan subur di pot barunya.
Comments